Senin, 28 Februari 2011

CEO Persebaya Klaim Marquee Player Terbaik di Indonesia

CEO Persebaya, Llano Mahardika berkoar, marquee player yang didatangkan untuk timnya lebih berkualitas dari dua pemain sebelumnya, yakni Lee Hendrie dan Amaral.

Menurut Llano, marquee player yang dimaui timnya, Persebaya 1927 tidak seperti tim lain. Oleh sebab itu, ia pun mencari pemain yang istimewa. "Pokoknya lebih bagus dari marquee player lainnya," koar Llano.

Itu berarti, marquee player Persebaya yang katanya berposisi sebagai striker masih lebih baik dibanding Lee Hendrie, Bandung FC dan Amaral di Manado United.

Sebagai salah satu tim pelopor Liga Primer Indonesia, Persebaya memang paling lamban untuk urusan perburuan pemain. Terkait hal ini, Llano menyebut pihaknya tidak ingin salah pilih.

"Bukan sulit. Tapi ini perusahaan. Tidak bisa sekali dua kali nego jadi. Kita harus cari yang terbaik dengan harga yang bisa dipertanggungjawabkan," tambahnya.

"Bagi saya, lebih baik slow diawal tapi kenceng di akhir . Itu lebih bagus," lanjut mantan manajer lisensi PT Liga Indonesia (PT LI) ini.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, Marquee player Persebaya berasal dari Benua Eropa. Saat ini sang pemain masih aktif bermain. Rencananya, pemain itu datang pekan ini

Janji Lagi, Marquee Player Datang Pekan Ini

Setelah sempat susah dihubungi, CEO Persebaya, Llano Mahardika akhirnya menampakkan batang hidungnya. Llano turut menyaksikan saat timnya, Persebaya 1927 ditahan imbang Cendrawasih Papua 0-0, Minggu (27/2/2011) sore.

Kali ini, Llano berjanji, marquee player Persebaya bakal datang dalam minggu ini. Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menemukan kata sepakat dengan pemain ini. Terkait harga, ia juga sudah mendapat lampu hijau dari CEO Liga Primer Indonesia (LPI), Widjajanto.

"Jadi kami tinggal memesankan tiket untuknya," kata Llano. Sayang, ketika diminta untuk menyebutkan nama marquee player yang ia maksud, Llano menolak.

"Tunggu setelah datang dan resmi dulu. Yang pasti ia datang minggu ini. ia pemain Eropa dan saat ini masih aktif bermain," jelas mantan manajer lisensi PT Liga Indonesia (PTLI).

"Yang jelas dia tidak jauh-jauh dari pemain yang saya pernah omongin," tambah Llano.

Seperti yang kita tahu, awalnya Persebaya mempunyai dua opsi pemain, yakni mantan striker Timnas Jerman, Alexander Zickler dan pemain Timnas Perancis yang ditengarai bernama Laurent Robert.

"Yang kemarin gagal karena ada orang dalam yang menggagalkan," jelasnya. Tapi ia tidak menyebut siapa yang menggagalkan itu.

Terkait kekecewaan pelatih Aji Santoso tentang pemain asing yang tak kunjung datang, Llano menjawabnya enteng. "Itu komentar kekecewaan karena kita seri. Apalagi kipernya tampil luar biasa. Sekalipun ada Emile Mbamba, tak jaminan bikin gol tadi," pungkas Llano

Cendrawasih Kecewa Wasit Asing

Jika pelatih Persebaya, Aji Santoso kecewa dengan manajemen, lain halnya dengan juru taktik Cendrawasih Papua, Uwe Erkenbrecker. Erkenbrecker mengaku kecewa dan tidak puas dengan kepemimpinan wasit Borka Smokvoski.

Menurut Erkenbrecker, wasit asal Macedonia ini memimpin kurang adil dan kerap menguntungkan tuan rumah. "Wasit tidak terlalu baik," katanya singkat.

Erkenbrecker menyebut pertandingan lawan Persebaya sebagai salah satu laga terberat timnya. Apalagi sepanjang pertandingan, timnya selalu ditekan. "Ini pertandingan berat. Fantastis. Mereka menguasai bola 70 persen," lanjutnya.

Sementara itu manajer Cendrawasih, Benny Jensenem berjanji bakal membalas hasil ini di Papua. "Hari ini saya belajar dari Persebaya, besok saya akan balas di Papua," tegas mantan gelandang serang Persebaya ini.

Ditahan Cendrawasih, Persebaya Salahkan Manajemen

Kesabaran pelatih Persebaya 1927, Aji Santoso akhirnya klimaks. Usai pertandingan lawan Cendrawasih Papua, Aji terang-terangan mengaku kecewa dengan manajemen. Apalagi ia selama ini sudah kenyang dengan janji manis.

Aji sangat kecewa. Pasalnya, pada pertandingan lawan Cendrawasih, Minggu (27/2/2011) sore, timnya ditahan imbang tanpa gol. Gregetannya lagi, puluhan peluang tercipta, tapi tak satupun yang berakhir gol.

"Dari awal sudah saya bilang, masalah kita adalah striker. Tadi I Made Wirahadi ligamennya retak. Jadi saya menilai penampilannya sudah maksimal," kata Aji kepada wartawan.

"Kita selalalu dijanjikan, tapi striker yang dijanjikan tak kunjung datang. Janji katanya minggu kemarin. Tapi sampai saat ini tidak ada. Jujur saya sangat kecewa. Persebaya tim pelopor tapi kalah dengan tim lain," sambung eks pelatih Persik ini.

Aji juga memuji penampilan kiper Cendrawasih, Deniss Romanovs yang tampil gemilang di bawah mistar gawang. "Dari segi permainan, saya puas. Tapi hasil dan stok pemain tidak," pungkas Aji.

Hujatan Kepada Nurdin Menggema di Tambaksari

Nyanyian bernada hujatan pada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid membahana di stadion Gelora 10 Nopember, Minggu (27/2/2011) sore hari ini. Suporter Persebaya, Bonek tak hentinya menghujat Nurdin.

Dari pantauan beritajatim.com dari dalam stadion, Bonek sembari menyanyikan lagu untuk timnya, mereka juga menghujat Nurdin. "Persebaya jago, Persebaya jago, Nurdin Jan**k," bunyi salah satu nyayian mereka.

Selain itu, ada pula spanduk yang isinya menghujat Nurdin. Dari tiga pertandingan Persebaya di rumah, hujatan untuk Nurdin memang tak pernah absen dinyanyikan Bonek.

Polisi Siapkan 1000 Petugas Amankan Laga Persebaya

Polrestabes Surabaya menyiapkan 1000 personil terkait dengan pertandingan Liga Primer Indonesia antara Persebaya 1927 melawan Cendrawasih Papua sore nanti.

Pelaksana Harian (Plh) Humas Polrestabes Surabaya AKP Suparti menegaskan 1000 personil selain ditempatkan di stadion Tambaksari juga akan ditempatkan di jalan.

"Kami juga menempatkan sejumlah personil di jalan," kata AKP Suparti, Minggu (27/02/2011).

Ditegaskan selain personil berpakaian polisi juga ada polisi berpakan sipil yang mengawasi suporter Persebaya 1927.

"Kami juga menyiapkan mobil penjemputan terhadap Bonek di sejumlah lokasi," katanya.

Lokasi tersebut adalah Bundaran Waru, Tandes, Tanjungsari, perempatan Rungkut, pertigaan Semampir, Dupak dan sekitar bundaran ITS.

"Ada juga 120 anggota linmas dibantu Dishub dan Satpol PP mengamankan pertandingan tersebut," katanya.

Wasit Asing Pimpin Laga Persebaya

Untuk pertama kalinya wasit asing bakal memimpin pertandingan di Surabaya. Adalah Borka Smokvoski, wasit asal Macedonia ini bakal menjadi pengadil untuk laga Persebaya 1927 lawan Cendrawasih Papua, Minggu (27/2/2011) besok sore.

Kepastian menggunaan wasit asing disampaikan media officer Persebaya, Ram Surahman. Ditemui usai manager meeting, Ram mengungkapkan jika wasit asing bakal memimpin laga Persebaya. "Untuk pertama kalinya wasit asing akan memimpin pertandingan Persebaya. Kita harap ini menjadi pemicu wasit lokal jadi lebih baik," kata Ram, Sabtu (25/2/2011) sore ini.

Selain dipimpin wasit asing, pada laga besok, hadir pula Kanagaraj R. Warga Malaysia ini bakal menjadi Match commissioner untuk pertandingan besok. Penggunaan wasit asing ini disambut baik kedua tim.

Manajer Cendrawasih, Benny Jensenem mengatakan, penggunaan wasit asing dapat mendongkrak sekaligus memberi contoh ke wasit lokal agar memimpin secara fair. "Jiwa besar sebagai jenderal lapangan sangat penting," jelasnya.

Sementara itu, untuk laga besok, panpel bakal mencetak 20 ribu tiket. Dengan rincian, 500 tiket VIP, 1500 tiket utama dan 18 ribu tiket ekonomi.

Ladeni Cendrawasih Papua, Persebaya Janji Bangkit

Setelah menghabiskan dua pertandingan di kandang lawan, Minggu (27/2/2011) besok lusa, Persebaya 1927 kembali ke rumah. Tim besutan Aji Santoso ditantang tamunya, Cendrawasih Papua di stadion Gelora 10 Nopember.

Berbagai persiapan sudah dilakukan tim Persebaya sebelum bertanding besok lusa. Satu yang menjadi fokus utama Aji Santoso adalah mental pemain. Karena, pada laga terakhir, Persebaya kalah tipis 2-1, atas tuan rumah Bali Devata.

Meski kekalahan itu menyakitkan, apalagi mematahkan rekor kemenangan beruntun di empat pertandingan awal, Aji mencoba menarik hikmah.

"Sekarang pemain sudah merasakan bagaimana rasanya kalah. Saya berharap lawan Cendrawasih menjadi momen kebangkitan kita," pesan mantan kapten Timnas Indonesia dan Persebaya ini, Jumat .

Sementara itu, ketika ditanya mengenai gambaran pertandingan lawan Cendrawasih, Aji menyebut calon lawannya sebagai tim yang sulit diprediksi. Meski tergolong tim baru, tapi tim asal Papua ini kerap memberikan kejutan untuk tuan rumah.

"Mereka ini tim yang sulit diprediksi. Kemarin Cendrawasih main bagus di Jakarta, ternyata lawan Semarang kalah," sambung pria asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini.

Dalam persiapannya, Aji tengah memaksimalkan duo stopper lokal, Johan Ibo dan Nurmufid Fasta. Rencananya, keduanya bakal dimainkan sebagai starter.

Ratusan Bonek Nginap di Kantor PSSI

Setelah seharian menggelar demo menuntut Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mundur, hari Kamis (24/2/2011), ratusan Bonek tidak langsung pulang ke Surabaya. Mereka memilih tidur di kantor PSSI sekitar Stadion Senayan Jakarta.

Berbekal perlengkapan sederhana, mereka berebahan di lembaran spanduk yang siang harinya dipakai untuk demo. Beberapa yang lain terlihat ngobrol sambil menyulut rokok. Tampak pula, mereka berbaur dengan suporter dari klub lain. Bahkan, ada yang terlihat akrab dengan remaja beratribut The Jakmania.

"Malam ini, kita memang menginap di Senayan. Kita melanjutkan demo besok Jumat. Sebenarnya, kita mau bertahan sampai Nurdin turun. Tapi Persebaya tanding hari Minggu, mungkin Jumat malam, kita balik ke Surabaya untuk nonton di Tambaksari," ujar Agus, salah satu Bonek.

Sekadar diketahui, jumlah Bonek yang datang ke Jakarta sekitar 800 orang. Mereka berangkat berombongan naik 18 bus. Sedangkan yang lain naik kereta api.

Berbeda dengan tret tet tet ke arah barat sebelumnya, perjalanan Bonek kali ini terhitung lancar. Tidak ada aksi pelemparan ke rumah warga yang dilewati. Sebaliknya, perjalanan Bonek juga tidak terganggu oleh lemparan dari warga atau suporter klub lain.

Dirigen Jangan Nyanyi Lagu Rasis

Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti meminta seluruh aparat keamanan melakukan sosialisasi ke dirigen untuk tidak menyanyikan lagu menghujat. Kapolda juga meminta wasit untuk fair play.

"Sebelum pertandingan, Kapolres dan Dandim mengingatkan wasitnya agar fair play. Dirigennya juga. Ambil spanduk yang memprovokasi," kata Kapolda, Selasa (22/2/2011) siang.

Kapolda berharap, hasil pertemuan antar suporter ini bisa disosialisasikan ke arus bawah. "Kita berharap, melalui koordinator, bisa berikan sosialisasi sampai bawah Dibantu Kapolres, Dandim dan Bupati/Walikota," tegasnya.

Kapolda menambahkan, kalau muspida diminta menanggung biaya tur, jelas sulit. Solusinya, suporter bisa meminta diskon ke PT KA. "Bersama Pangdam, kami sepakat untuk mengawal suporter sampai tertib," tutup Kapolda